Ayoo..Hadiri dan Ramaikan Kajian Ustadz Orange & Pendistribusian Al-Qur'an, Ahad Ba'da Isya Tgl.28 Nopember 2021 di Masjid Al-Muhajirin

Hari ke-17 Ramadhan, Kultum Subuh Dr. Muhammad Ikhsan, ST, MSc

Dr. Muhammad Ikhsan, ST, MSc
Untuk menambah keimanan dan ketaqwaan jamaah, Masjid Al-Muhajirin adakan kultum setiap hari setelah shalat subuh di bulan suci Ramadhan. 
Khusus subuh hari ketujuh belas Ramadhan, pengurus masjid mengundang Dr. Muhammad Ikhsan, ST, MSc mengisi kultum di Masjid Al-Muhajirin. Kamis (29/04).

Diawal sambutan, Ketua Masjid Al-Muhajirin Dr. Jarir, M.Ag mengucapkan terimakasih atas kehadiran Dr. Muhammad Ikhsan, ST, MSc memenuhi undangan kami pengurus masjid. 
“Subuh ini kita mendengarkan kultum oleh Dr. Muhammad Ikhsan, ST, MSc,” ujarnya.

Jamaah subuh ramai mulai dari anak-anak, remaja dan dewasa, mereka pada semangat, antusias dan penuh perhatian mendengarkan kultum subuh oleh Dr. Muhammad Ikhsan, ST, MSc.
 
Dalam kultum subuh Dr. Muhammad Ikhsan, ST, MSc menyampaikan tentang Al-Quran.

Rasulullah ﷺ meninggalkan dua warisan paling berharga untuk umatnya, sebagaimana sabda beliau di dalam haditsnya:
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ
“Aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selamanya selama kamu berpegang dengan kedua-duanya, yaitu kitab Allah (Alquran) dan Sunahku.” (HR Al-Hakim).

Umat Islam memiliki modal yang sangat besar untuk bersatu, karena mereka beribadah kepada ilaah (Tuhan) yang satu, mengikuti nabi yang satu, berpedoman kepada kitab suci yang satu, berkiblat kepada kiblat yang satu. Selain itu, ada jaminan dari Allah dan Rasul-Nya, bahwa mereka tidak akan sesat selama mengikuti petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, berpegang-teguh kepada Alquran dan al Hadits.
Berbicara tentang al-Qur’an, dalam sejarahnya al-Qur’an diturunkan secara bertahap, sesuai dengan peristiwa yang menjadi sebab kalamullah tersebut diturunkan. Di zaman Rasulullah ﷺ al-Qur’an belum dibukukan menjadi satu mushaf seperti sekarang.

Di zaman khalifah Abu Bakar Ashshiddiq radhiyallahu ‘anhu setelah terjadi Perang Riddah panyak para penghafal al-Qur’an yang gugur sebagai syuhada’, sehingga muncul inisiatif dari Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu untuk mengumpulkan Al Qur’an menjadi satu mushaf. Pada awalnya Khalifah Abu Bakar Ashshiddiq radhiyallahu ‘anhu menolaknya karena takut menjadi bid’ah, karena Rasulullah ﷺ tidak pernah melakukannya. Namun, setelah beliau beristikharah maka beliau menyetujuinya. Kemudian, beliau memanggil Zaid Ibn Tsabit radhiyallahu ‘anhu guna mencari dan mengumpulkan naskah Al-Quran yang ditulis di atas pelepah kurma, permukaan batu cadas dan dari hapalan para sahabat. Mushaf tersebut berada di tangan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu hingga wafat, kemudian dipegang oleh Umar radhiyallahu ‘anhu hingga wafat, dan kemudian di pegang oleh Hafsah Binti Umar radhiyallahu‘anha.

Seiring dengan penyebaran Islam ke luar wilayah Arab, pada zaman Khalifah Utsman Ibn Affan radhiyallahu ‘anhu pada tahun dua puluh lima Hijriah, muncul  perbedaan di antara kaum Muslimin dalam hal dialek bacaan Al-Quran. Perbedaan dialek itu dikhawatirkan akan menjadi fitnah, sehingga Utsman radhiyallahu ‘anhu memerintahkan untuk mengumpulkan mushaf-mushaf tersebut menjadi satu mushaf guna menyamakan bacaan Al-Quran. Utsman memerintahkan Zaid Ibn Tsabit, Abdullah Ibn Az-Zubair, Sa’id Ibnul Ash dan Abdurrahman Ibnul Harits Ibn Hisyam radhiyallahu ‘anhum untuk menuliskan kembali naskah-naskah Al-Quran yang telah ada sebelumnya (dipegang oleh Hafshah) dan menyalinnya menjadi 5 mushaf, 1 mushaf disimpan oleh Utsman radhiyallahu ‘anhu dan 4 mushaf lainnya disebarkan ke beberapa wilayah kekuasaan Islam.

Diakhir kultum subuh beliau berpesan semoga di bulan yang penuh berkah ini kita pergunakan sebaik-baik mungkin dalam menjalankan ibadah, maka mari kita bersemangat untuk membaca Al-Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, tutup Dr. Muhammad Ikhsan, ST, MSc diakhir kultum nya.***

Gallery foto oleh Rasoki, Nashihul Amin, S.Ag
Kultum Subuh Dr. Muhammad Ikhsan, ST, MSc

Belum ada Komentar untuk "Hari ke-17 Ramadhan, Kultum Subuh Dr. Muhammad Ikhsan, ST, MSc"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel